Wednesday, May 11, 2005

Celanaku Sobek

Siang itu di basecamp Kemayoran saya tertegun sambil memegang celana bagian belakangku. Ternyata celanaku sobek di bagian pantat. Panjang sekali sobeknya. Untung saya mengeluarkan kemeja saya sehingga sobekan itu tidak terlalu nampak. Alhasil saya pulang setengah hari dengan perasaan tidak percaya diri.

Tapi saya jadi bingung karena saya tidak tahu persis kapan sobeknya. Padahal kemarin celana tersebut sudah saya gunakan ke Ukrida dan siang harinya ke bengkel. Apakah sobeknya sudah sejak kemarin? Kalau begitu sejak dari Ukrida? Atau pas ke bengkel motor? Ah... memikirkan hal itu saya jadi tersipu-sipu.

Monday, May 09, 2005

Kehancuran Bangsa-bangsa

Sejarah telah mencatat beberapa kali Tuhan memusnahkan suatu bangsa. Dimulai dari pemusnahan umat manusia besar-besaran pada jaman Nabi Nuh. Pemusnahan ini terjadi dengan adanya banjir besar yang menenggelamkan muka bumi beserta yang hidup kecuali Nabi Nuh dan keluarga dan juga pasangan binantang-binatang yang telah dikumpulkan Nabi Nuh. Setelah peristiwa itu, Tuhan berjanji tidak akan memusnahkan umat manusia seperti itu lagi. Tuhan memateraikan janji-Nya dengan pelangi.

Tetapi kejahatan manusia semakin menggila dan Tuhan tidak berkenan dengan kejahatan dan dosa manusia tersebut. Maka Tuhan memusnahkan lagi umat manusia. Tidak seluruh umat manusia tapi terbatas pada 1 atau 2 kota atau bangsa saja. Ingatkah pemusnahan kota Soddom & Gomorrah? Hanya keluarga Lot (saudara Abram/Abraham) saja yg selamat. Kemudian masih beberapa bangsa musnah, seperti En-Dor, Pompeii, dll.

Dari beberapa peristiwa pemusnahan ini, setiap kali Tuhan lewat para Nabi telah memperingatkan bangsa yang akan dimusnahkan tersebut. Dan ketika pesan dari para Nabi tersebut diabaikan, maka bencana datang pada bangsa tersebut.

Tetapi sejarah mencatat bahwa bangsa Niniwe luput dari bencana pemusnahan Tuhan. Itu karena bangsa Niniwe berkabung dan bertobat secara masal setelah Nabi Yunus mewartakan pesan Tuhan perihal kehancuran Niniwe.

Indonesia sendiri telah beberapa kali terjadi pemusnahan masal, misalnya ketika Gunung Galunggung & krakatau meletus. Terakhir adalah Tsunami di Aceh dan gempa di Pulau Nias. Sudah saatnya kita berkabung dan bertobat secara nasional agar Tuhan meluputkan kita dari bencana. Sayangnya gerakan ini belum berskala nasional karena masih cenderung exclusive dilakukan oleh agama tertentu. Benarkah Tuhan masih belum berkenan terhadap berkabung & bertobatnya bangsa Indonesia? Yang jelas bencana susulan masih berlanjut, dan tidak menutup kemungkinan berlangsung terus sampai ke Jawa.

Beda Naik Motor dgn Naik Mobil

Untuk menghibur diri sendiri karena belum bisa beli mobil. Yg jelas, bedanya:
Naik mobil: kalau panas tdk kepanasan, sedangkan kalau hujan tdk kehujanan.
Naik motor: kalau panas tdk kehujanan, sedangkan kalau hujan tdk kepanasan.

Just joking.

Sunday, May 08, 2005

Motor dgn Knalpot Bolong...

Sudah jadi tren bagi pengguna motor untuk mengganti knalpot dengan suara yg lebih kencang. Kalo nggak salah dulu disebut sebagai knalpot megaphone, sekarang sih entah namanya. Secara teknis bisa dilakukan dengan menghilangkan atau mengurangi lapisan peredam. Tapi bisa juga dengan memperpendek tabung peredam. Kalau dulu populer di kalangan motor 2 tak, tapi sekarang sudah banyak motor 4 tak yg mengadopsi knalpot kenceng ini.

Pokoknya sebel deh saat kita sedang tenang-tenang berkendara tiba-tiba mendekat motor dengan knalpot yg suaranya keras sehingga seolah kita jadi terintimidasi. Jadi serba salah. Mau santai jadi nggak enak, sedangkan mau kenceng juga nggak enak. Sering kali saya lebih baik mengalah, jalan di pinggir jalan [paling pinggir] untuk mempersilakan orang tersebut melewati saya dengan damai.

Lebih sebel lagi jika orang tersebut memang sengaja mengintimidasi dengan memainkan gasnya. Dalam hati mangkel banget. Tapi mau bagaimana lagi, kayaknya tipikal orangnya begitu. Dan ternyata orang dengan tipikal begitu sangat banyak. Setiap kali saya berkendara pasti bertemu dengan orang-orang seperti ini. Populasi motor dengan knalpot kenceng ini sudah sangat banyak, mungkin hampir menyamai populasi motor dengan knalpot normal.

Jadi inget ketika motor saya dulu knalpotnya bocor. Ngegas sedikit suaranya kenceng banget dan terdengar sumbang. Sedangkan ketika gas dilepas tiba-tiba, maka knalpot akan meledak-ledak. Betapa malunya saya waktu itu. Dari suaranya yang sumbang saja telah membuat saya malu, apa lagi ketika meledak-ledak. Pokoknya serba salah.

Kesebalan saya pada orang dengan motor knalpot kenceng ini sedikit mereda ketika mendapati pembantu saya membeli motor dengan knalpot serupa. Dari cara membawanya, dia bukan tipe orang yg sengaja mengintimidasi orang lain. Saya menduga dia tidak [belum] mengganti knalpotnya karena pendapatannya pas-pasan. Saat ini saya lebih arif dalam menyikapi orang-orang dengan motor berkenalpot keras, sambil terus berharap semoga mereka sadar bahwa orang lain terganggu oleh ulahnya.

Thursday, May 05, 2005

Hari Kenaikan Yesus Kristus ke Surga

Pada hari besar umat Nasrani ini saya rayakan sendiri dengan menonton "The Ten Commandments" di MetroTV dan ke geraja sore harinya. Kisah diambil dari Kitab Keluaran. Menceritakan peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir setelah 400 tahun menjadi budak. Di tengah ketertindasan, mereka sangat mendambakan Sang Utusan Tuhan yang dapat memulihkan bangsa Israel dari kesengsaraan.

Pendek kata, sungguh peristiwa luar biasa bahwa Tuhan tidak melupakan umatnya. Dan melalui Musa, Tuhan berkenan membebaskan bangsa ini dari Mesir dan memberikan "Sepuluh Perintah Allah". Sungguh sayang bahwa bangsa ini sangat mudah jatuh lagi ke dalam dosa. Hanya kemurahan Tuhan lah, mereka dapat keluar dan masuk ke tanah terjanji.

Berkali-kali sudah bangsa ini berpaling dari Tuhan. Berkali-kali pula Tuhan mengutus para Nabi untuk mengembalikan bangsa terpilih ini ke jalan yg benar. Tetapi berkali-kali pula bangsa ini berpaling lagi. Bahkan banyak Nabi yang menjadi korban bangsa ini.

Kehadiran Yesus Kristus, Putra Tunggal Allah di bumi ini telah memperbaharui janji Allah pada manusia. Bahwa bangsa terpilih itu bukan lagi hanya bangsa Israel, tetapi semua orang dari segala bangsa yang mengimani keselamatan Tuhan Yesus Kristus. Di dalam-Nya lah terdapat pengampunan dosa dan kehidupan kekal.

Amin.

Sunday, May 01, 2005

Talenta = Bakat ???

Banyak orang menerjemahkan talenta sebagai bakat. Dan mereka mengganggap bakat itu bawaan dari lahir, bahkan ada yg menyebutnya sebagai turunan. Benarkah demikian? Seseorang pemain musik yg hebat disebut sebagai orang yg sangat berbakat di bidang musik. Orang yg cakap di suatu bidang disebut berbakat di bidang tersebut. Bagaimana dengan pencopet? Benarkah mereka berbakat sebagai copet? Benarkah bakat mencopet itu bawaan dari lahir? Atau turunan dari orang tuanya?

Saya lebih memandang bakat itu sebagai kecakapan, dan kecakapan dapat diperoleh dengan belajar dan berlatih. Pemain musik itu pasti belajar dan berlatih dengan tekun & ulet sehingga bisa bermain musik dengan baik. Jika bakat itu bawaan lahir, seharusnya pemain musik itu sudah harus bisa main musik sejak lahir. Di sini yg perlu digarisbawahi adalah ketekunan & keuletan. Inilah yg menentukan keberhasilan proses belajar dan berlatih kita. Tanpa ketekunan & keuletan, kita tidak akan pernah bisa menggali potensi diri kita sendiri dan mengaktualisasikannya menjadi suatu hal yg berguna, baik bagi kita sendiri mau pun bagi orang banyak.

Tetapi saya tidak memandang bakat sama halnya dengan talenta. Tuhan memberikan talenta bagi manusia. Dan saya mengartikannya sebagai kesempatan dalam mengaktualisasikan diri kita, tentu dengan bakat kita. Dan hendaknya talenta [kesempatan aktualisasi diri] ini kita pergunakan dengan sebaik-baiknya karena kita harus mempertanggungjawabkannya pada Tuhan. Bukankah orang yg tidak mengembangkan talentanya dan tidak menjadikannya berguna/berarti bagi kita sendiri mau pun bagi orang banyak akan dihukum Tuhan? Jika tidak, Tuhan akan mengambil talenta [kesempatan] itu dari kita dan memberikannya pada orang lain yg mampu menghargai dan mengembangkan talenta.

Carut Marut di Hari Pendidikan Nasional

Tgl 2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional. Teringat dahulu kala ketika masih duduk di bangku SD, SMP dan SMA dimana pada hari tersebut selalu diadakan upacara. Tetapi Hari Pendidikan Nasional 2005 ini upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dibatalkan di UGM karena ada masalah dengan gaji dosen UGM. Walau naik 25% sampai 40%, mereka tetap belum puas. Memang sih dibandingkan gaji rektor yg naiknya 400% memang jadi tampak sangat tidak adil. Berita selengkapnya ada di www.detik.com, yaitu: Gesekan di UGM Makin Ramai?.

Antara pihak manajemen dan pihak dosen saling bersitegang dan para dosen akan mengadakan mogok kerja pada Hari Pendidikan Nasional besok pagi. Mahasiswalah yg akan sangat dirugikan, sementara pihak manajemen (rektorat) masih terlena dengan kenaikan gaji 400% tanpa mempedulikan aspirasi para dosen dan juga nasib para mahasiswa. Buktinya SK kenaikan gaji telah keluar dahulu yg belakangan menuai protes dosen.

Saya hanya merenung saja. Saat ini saya adalah seorang dosen honorer yg hanya dibayar sesuai dengan jumlah kehadiran mengajar saya. Itu pun sangat kecil. Juga sering satu semester saya tidak mengajar sama sekali. Saya berpikir: mana cukup jika saya mengandalkan profesi sebagai dosen [honorer]? Selain kecil juga tidak tetap?

Sementara bagi saya kecil, ternyata di daerah sana, dimana teknologi belum menjangkau, para guru SD, SMP dan SMA Negeri yg juga honorer menerima upah yg jauh lebih kecil dari yg saya terima. Parahnya mereka mendedikasikan hidup mereka untuk mengajar tanpa menyambi pekerjaan lain. Tak perlu mempertanyakan dedikasi mereka, saya pernah melihatnya secara langsung di sebuah daerah di tempat KKN (Kuliah Kerja Nyata) saya dulu, betapa para guru di sana mengajar dengan penuh dedikasi.

Saat ini di tengah carut-marut di dunia pendidikan Indonesia ini, saya cukup berbangga bahwa saya dapat hidup sebagai dosen, tenaga pengajar yg mengabdi di dunia pendidikan bagi masyarakat, tetapi saya tidak perlu kuatir dengan penghasilan saya dari dunia ini. Karena selain sebagai dosen, saya juga seorang wirausahawan. Karena berkat Tuhan, saya mendapat banyak rejeki dari hasil wirausaha saya, dan saya tetap dapat mengabdi di dunia pendidikan.

Friday, April 29, 2005

Betapa Menumpuknya Pekerjaanku...

Kadang aku merasakan enaknya menjadi wirausahawan dengan banyak pekerjaan ditambah tugas sebagai dosen sekaligus sebagai mahasiswa. Setiap hari terasa berbeda. Sehari dimana besok kemana. Di sini kerja apa di sana kerjanya sudah beda. Suatu hal yg sulit kudapatkan ketika harus bekerja suatu pekerjaan orang sebagai programmer biasa.

Beberapa saat di tengah perjalananku sebagai wirausahawan, ada saat-saat dimana aku menjadi lengah, loyo, kadang juga sakit, malas dan sifat negatif lain yg dapat menunda pekerjaanku. Padahal banyak sekali pekerjaan menumpuk. Lain dengan pekerja biasa yg gaji tetap diberikan setiap bulan walau sering produktivitasnya rendah. Sebagai wirausahawan, aku baru dapat penghasilan setelah pekerjaanku selesai sesuai dengan harapan client. Tidak hanya itu, jika pekerjaanku tidak selesai sesuai jadwal, bisa-bisa kena penalti. Bahaya kan?

Nah... minggu ini adalah masa-masa dimana aku sangat tidak produktif. Kemarin diare, tidak mood, tidak ada semangat, malas, loyo, masuk angin, dll. Padahal dead-line sudah mengancam. Ditambah tidak ada bantuan dari tim developer. Wah bisa-bisa deadline 1 Juni tidak tergapai.

Tapi itu baru sedikit dari suka-duka seorang wirausahawan. Masih banyak lagi suka dan dukanya. Kebanyakan sih di masalah keuangan. Bisa jadi kesukaan ketika dapat pembayaran, tapi bisa jadi kedukaan ketika pengelolaannya amburadul dan kehabisan uang ketika jadwal pembayaran berikutnya masih jauh.

Sekali lagi harus menyandarkan diri pada Tuhan.

Monday, April 25, 2005

Istri Bekerja

Mbak Lina (mitra saya) telah memulai blogspot-nya. Alamatnya di lyntrias.blogspot.com. Catatan pertamanya berjudul Istri Bekerja. Suatu situasi dan kondisi sosial dalam hidup berkeluarga yang telah marak dari dahulu, tapi tetap tidak berubah sampai sekarang.

Situasi dan kondisi ini dewasa ini semakin parah dengan semakin banyaknya efek samping, dari suami/istri menyeleweng, penggunaan narkoba sampai pada pembunuhan. Ini seringkali menjadi lingkaran setan dalam hidup berkeluarga yang sulit diatasi. Cinta saja tidak cukup?

Betul, cinta saja tidak cukup, perlu ditambahi KASIH. Bukankah Tuhan telah mengajarkannya?

Monday, April 18, 2005

Indonesia Akan Hancur?

Dimulai dari Aceh, di ujung Bumi Pertiwi, hancur lebur karena Tsunami. Setelah itu merambah ke mana-mana. Nias gempa, Sulawesi banjir bandang, Sumatra gempa lagi. Kini mulai merambah ke Jawa. Longsor di Jawa Barat, Bandung gempa karena gunung Tangkuban Perahu mulai aktif lagi, dan disinyalir gunung-gunung berapi di Jawa mulai menunjukkan aktivitasnya.

Ada apakah ini? Apakah Tuhan memperingatkan kita terhadap dosa-dosa kita? Ataukah Hari Penghakiman itu akan tiba? Dimulai dari Indonesia?

Mungkin kita perlu berinterospeksi diri. Sudahkah kita siap jika hari Penghakiman itu tiba? Sudahkah kita bertobat? Sudahkah kita hidup dengan cara yg Kudus? Terus terang saya belum siap. Saat ini saya terus berdoa agar Tuhan memberikan kesempatan bagi saya untuk dapat bertobat. Semoga Tuhan membantu saya dan sudi memperbaiki hidupku.

Tuhan, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kami segenap umatmu. Perbaikilah hidup kami dan luputkanlah kami dari dosa dan maut. Amin.

Sunday, April 17, 2005

Ulang Tahun Ibu ke-65

Ibuku tersayang hari ini ulang tahun yang ke-65. Seperti biasa, dengan segala keterbatasan, aku tidak bisa memberikan kado luar biasa bagi beliau, seperti biasa, semuanya serba sederhana. Terutama karena aku tidak dapat hadir untuk secara langsung memberikan ucapan selamat ulang tahun. Ucapan selamat ulang tahun hanya tersalur lewat telepon.

Tapi aku selalu berdoa bagi Ibu dan tidak lupa juga bagi Papa dan seluruh keluargaku semoga kami semua diberikan kesehatan, kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan. Semoga pada hari jadi Ibuku, Tuhan memberikan berkat dan rahmat bagi Ibu. Karena Tuhan selalu mengasihi kami umat-NYA.

Aku juga merasa bersalah karena lupa memberitahu rapor kuliahku. Kemarin-kemarin memang belum semua nilai keluar, tetapi ketika semua nilai telah keluar aku lupa memberitahukan beliau [dan juga pada Papa]. Tadi di telepon ketika kuberitahukan bahwa nilaiku semua A, beliau berkata bahwa beliau bangga padaku. Aku juga bangga pada Ibuku, betapa besar perhatian dan kasih ibu.

Selamat ulang tahun Ibuku tersayang yang dengan penuh cinta kasih telah membesarkan kami anak-anakmu. Syaloom.

Friday, April 08, 2005

Ngeblog berbuntut PHK

Ketika trend weblog mengemuka, sekarang timbul efek samping bagi para blogger, yaitu PHK. Masalah ini bisa dibaca di www.detik.com pada artikel yang berjudul: Blok Karyawan dan Peraturan Perusahaan.

Seperti halnya di sektor lain, teknologi juga laksana pedang bermata dua. Asal hati-hati memakainya, maka diharapkan tidak ada yg terluka. Tapi kalau tidak... Auuw... terluka deh.

Sunday, April 03, 2005

Permata Hati

Untuk Permata Hatiku, Axel, kami sudah mencari-cari tempat terapi sekaligus SD untukmu. Akhirnya kami memutuskan engkau lebih tepat ke Permata Hati di Pancoran. Di Permata Hati kamu bisa sekolah di SD Khusus sekaligus terapi. Tempatnya cukup jauh dari tempat kediaman kita di Bekasi, Nak. Dan kami memutuskan akan menjual rumah kita di Bekasi dan membeli rumah yang lebih dekat ke Pancoran.

Tapi apa daya banyak rintangan menghalang. Proposal beli tanah dan bangun rumah ditolak eyang, padahal lokasinya strategis sekali, tepatnya di Jatiwaringin dekat dengan pintu Tol Pondok Gedhe. Saat ini Papa agak down juga. Walau pun demikian, kami akan mencoba mencari cara dan jalan terbaik untukmu. Semoga Tuhan membantu kita memecahkan masalah ini, karena terus terang papa agak gamang karena ini menyangkut masa depan kita. Salah sedikit kita bisa menyesal berkepanjangan. Terutama karena kita modalnya cuma nekat.

Anakku Axel, seandainya engkau sudah bisa berdoa, papa ingin kamu turut mendoakan keluarga kita. Semoga kita bisa berhasil dalam hidup ini dan dalam kehidupan kita kelak. Cium sayang buatmu dari papa yang berada jauh darimu, tetapi kamu selalu dekat di hati papa.

Selamat Jalan Karel J. Wojtilad

Selamat jalan Paus Yohannes Paulus II. Betapa besar karya pengabdianmu selama hidup di dunia ini. Setelah Bunda Theresa wafat, kini Bapa Paus menyusul. Betapa besar rasa kehilangan kami.

Tetapi kami yakin, bahwa karyamu, karya penerus Karya Agung Yesus Kristus, akan tetap berlanjut. Karena kami ingin tetap meneruskan Karya Agung Yesus Kristus. Biar waktu berputar, zaman berganti, Sabda Tuhan tidak akan berlalu.

Selamat jalan...