Monday, July 25, 2005

Gorontalo = Mangkuk Bumi?

Minggu 25 Juli, kami ber-7 piknik ke Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Nama ini mengabadikan 2 orang pahlawan Sulawesi. Ada pemandian air panasnya. Yg jelas indah sekali. Saat itu kebetulan ada check sound untuk Festival Band malamnya. Satu yg perlu dicatat adalah bahwa remaja putri dan ibu-ibu di sini berenang dengan baju lengkap. Tadinya aku pikir ini ibu-ibu kecebur, ternyata setelah melihat ibu-ibu yang lain yg juga berenang pakai baju lengkap, akhirnya aku sadar bahwa memang begitulah trend-nya di sini.

Sehabis itu mampir makan di rumah makan lesehan Nunu dan aku pilih makan Coto Makassar saja. Setelah itu perjalanan dilanjut ke Benteng Otanaha lewat jalur mobil, tidak jalan kaki, maklum tinggi sekali, konon ada 300 anak tangga. Aku sih ogah ngitunginnya. Cape.

Dari sini tersadar bahwa Gorontalo itu seperti sebuah mangkuk bumi raksasa, dan Gorontalo ada di tengahnya. Satu-satunya jalan akses darat adalah di belahan mangkuk tersebut. Mungkinkah dahulu Gorontalo sebuah mangkok raksasa? Karena terbelah itulah akhirnya airnya keluar dan hanya tersisa sedikit? Kini danau ini pun sudah mengalami pendangkalan dan pinggirannya sudah banyak ditinggali penduduk.

Ah, betapa misteriusnya Tuhan itu, kita tidak dapat menalarnya dengan pikiran kita. Itu semua hanya perlu: "iman" untuk memahaminya.

Saturday, July 23, 2005

Hari ke-7 di Gorontalo

Wah... ternyata sudah seminggu di Gorontalo.

Sedikit berkilas balik. Berangkat Minggu 17 Juli 2005 jam 5:30. Betapa beratnya karena hari Sabtu sebelumnya aku harus ujian 2 mata kuliah yang dilanjut meeting tesis. Kemudian sorenya harus mengajar di Kelapa Gading 2 sesi untuk menggantikan sesi minggu depannya karena aku tidak bisa mengajar. Terima kasih Mbak Lina yang telah berbaik hati mengantarkan aku dan Neti sampai Kelapa Gading.

Sabtu malam sehabis ngajar langsung ke bandara. Di sana sudah ada Untung di Quality Hotel Bandara. Dia memang kutugaskan reservasi jauh hari dan in duluan. Pagi-pagi jam 4 harus sudah bangun. Sarapan jam 4:30, dan jam 5:00 harus boarding pass.

Mungkin agak ndesit (ndeso orang Jawa bilang) kalau aku berterus terang bahwa ini adalah penerbanganku yang pertama. Sudah gerang begini baru menikmati naik pesawat? Biarin aja!!! Tapi tidak ada rasa apa-apa. Artinya tidak ada rasa takut, mabok atau yg negatif-negatif lain. Maklum, masalah jalan-jalan sudah sering. Jadi rasanya biasa saja.

Sempat transit di Makassar 20 menit. Sepanjang perjalanan melihat pemandangan Indonesia bagian tengah (agak ke Utara tepatnya). Betapa hijau pemandangan Indonesia. Tidak salah jika Indonesia disebut sebagai Zambrud Katulistiwa. Walau pun mungkin kini kilau Zambrudnya sudah tidak sekemilau dahulu.

Akhirnya sampai juga di Gorontalo dan disambut sendiri oleh Bapak Hasanuddin selaku Kepala Hubungan & Kerja Sama. Dalam perjalanan ke Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kami melihat betapa asrinya Gorontalo. Dan dari cerita Pak Hasan, setelah menjadi propinsi, Gorontalo sangat pesat perkembangannya. Termasuk UNG yang tadinya berupa IKIP dan sekarang menjadi Universitas.

Dikenalkan juga dengan bentor (becak motor atau bendi motor). Ini adalah transportasi khas Gorontalo. Dan sekarang populasinya meningkat tajam. Jadi ingat becak saat masih hidup di Tegal dulu.

Dan kini setelah 7 hari di Gorontalo, rasanya betah. Udaranya hangat dan sejuk. Polusinya sedikit sekali. Yang penting adalah aman dan nyaman. Sepi sekali. Makanannya juga enak. Aku sudah coba Milu Siram dan Ilabulo. Sedap sekali. Sayang aku tdk hobi makan ikan, padahal di sini terkenal dengan masakan ikannya.

Oh, iya, aku menginap di Hotel Jambura Inn, sebuah laboratorium pariwisata UNG yang baru saja dibuat hasil rehab dari asrama putri. Tempatnya bersih dan nyaman, sayangnya tidak ada air panas untuk mandi.

Tidak lupa menyebutkan bahwa orang Gorontalo baik dan ramah. Kemarin (Jumat 22 Juli 2005) aku harus pindah ke rumah Pak Haris (Kepala Pengumpulan Data) yg baru. Perpindahan ini cuma sementara karena Jambura Inn sudah dipesan jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi Senin nanti balik ke Jambura lagi yang berlokasi di dalam kompleks UNG.

Tambahan: tanggal 22, 23 dan 24 ada acara STQ di Gorontalo. Dan SBY hadir membuka acara STQ ini. Sayang tidak sempat lihat pawai kafilahnya. Kayaknya sih ramai sekali.

Wednesday, July 13, 2005

OSS di Indonesia

Melihat gelora OSS di Indonesia terutama ketika acara Open House OSS IGOS, ada beberapa catatan yg perlu saya utarakan, yaitu:

1) Kita masih dalam tataran pengguna. Masih banyak yg mencari & mencoba software2 OSS dgn harapan bisa menggantikan software proprietary yg mereka gunakan.

2) Masih banyak yg sekedar menurunkan. Banyak yg berupaya membuat distro sendiri walau pun mungkin hanya mengganti nama/judul distro saja. Mereka seperti terjebak, mereka menganggap diri mereka grass root OSS stlh berhasil menurunkan distro Linux.

3> OSS tidak hanya sekedar Linux. Banyak yg terjebak mengkampanyekan OSS sebagai kampanye penggunaan OS Linux. Padahal OSS tdk sekedar Linux. Bahkan sekarang banyak OSS yg mendukung MS Windows, misalnya MySQL, PHP, Apache, dll, mereka sekarang bisa jalan di MS Windows.

4) Menggunakan OSS untuk kepentingan diri sendiri/organisasi. Ini banyak sekali terjadi. Banyak pihak yg membuat/mengembangkan software berbasiskan OSS tetapi software hasil cipta mereka menjadi software proprietary. Betapa kejamnya dunia ini.

Itulah kesimpulan saya tentang OSS di Indonesia. Masih banyak yg rancu, msh banyak yg harus diluruskan dan dibenahi. Itulah mungkin tugas IGOS. Sayang IGOS sering tidak konsisten & kurang mendapat dukungan dari pemerintah sendiri. Lucu ya OSS di Indonesia.

Open House OSS IGOS

Tgl 12 Juli kemarin kami dari Tim Sisfo Kampus (Saya, Sofian, dan Siska) turut meramaikan acara open house OSS IGOS. Kami turut serta dalam acara "Temu Bisnis". Sayangnya banyak peserta presentasi yg tidak dapat membawakan materi dengan baik. Banyak pula yg malah ngomong teori. Yang tadinya pemirsanya banyak, lambat laun jadi sedikit. Pembicara yg agak lumayan adalah dari dosen UAD (Universitas Ahmad Dahlan), sayang saya lupa namanya.

Dari banyak pembicara, saya rasa hanya kami yang membawa produk secara live. Kami bisa mendemokan program secara langsung. Jadi tidak sekedar ngomong doang. Sedangkan pembicara lain paling banter hanya memperlihatkan screen shoot. Dari sekian banyak pembicara hanya memperkenalkan produk, atau bahkan sekedar teori saja. Padahal saya yakin, banyak pemirsa yg ingin melihat dampak ekonomis mau pun teknis dari OSS. Sewaktu presentasi saya bicara kalau OSS sebenarnya juga bisa mendatangkan pendapatan, buktinya saya bisa hidup dan tersenyum sampai saat ini.

Ah... Sangat sayang, hampir sebagian besar dari mereka hanya "memanfaatkan" OSS, tapi tidak "menciptakan" OSS. Okelah RS Pertamina bisa saja membuat program memanfaatkan OSS, tapi saya yakin mereka tidak akan meng-OSS-kan software mereka. Lucu ya? Lucu lagi sewaktu lomba software OSS tempo hari, ada seorang peserta lomba yg terang-terangan tidak akan membuka source-codenya, padahal event-nya adalah lomba OSS.

Ada 1 hal yg sangat saya sayangkan dalam gelaran ini, yaitu banyak peserta (baik peserta pameran mau pun temu bisnis) yg ternyata hanya berkedok OSS. Saya banyak tahu latar belakang mereka yg bukan OSS. Dan akhirnya mereka pun mengaku pada saya kalau software yg mereka pamerkan yg mereka aku sebagai OSS ternyata tidak OSS. Kalau pun bisa didownload, ternyata sangat banyak fitur yg dikurangi. Jika ingin full-function, maka kita harus beli versi proprietary-nya.

Tidak lupa ada stand Microsoft yg jelas-jelas bermusuhan dengan OSS (tepatnya saling bermusuhan). Memang sih MS pernah mengeluarkan OSS, tapi rasanya cuma basa-basi untuk tetap merangkul basis developer & user yg telah hengkang ke OSS.

Terima kasih pada Mbak Lina dan teman-teman dari Sindoro yg menyempatkan diri datang ke pameran. Sayang Mbak Lina dkk tdk sempat melihat presentasi kami. Oh, iya, dari kupon kalian, ada 3 yg dpt door prize, hadiahnya: USB Flash Disk Nexus 128MB, 1 boneka pinguin besar dan boneka pinguin kecil.

Saturday, July 09, 2005

Ubuntu + XAMPP + Sisfo Kampus = COOL OSS

CD Ubuntu sudah punya dan XAMPP sudah didownload. Keduanya sudah lama di tangan. Tapi niat & semangat baru timbul sekarang. Akhirnya dengan semangat 45 ngoprek XAMPP di Ubuntu. Satu jam ngoprek hanya untuk menjalankan XAMPP. Kok lama? Iya, karena MySQL, XAMPP (welcome page+tools), phpMyAdmin tidak bisa jalan. Kenapakah gerangan? Pemecahannya mudah, yaitu: chown nobody:root ke beberapa direktori pendukung. Baru deh semua jalan: Apache, MySQL, dan PHP serta tools-nya yang lain. Semuanya versi terbaru lho!

Apa yg memotivasi saya? Ada 2, yaitu: Persiapan diskusi/temu OSS di acara IGOS pada hari Rabu 13 Juli nanti dan juga datangnya 10 set CD Ubuntu. Kombinasi yg membuat adrenalin naik.

Ngomong-ngomong persiapan utk OSS IGOS apa sih? Ya itu, install Sisfo Kampus di Ubuntu. Kalo di distro Mandrake & RedHat sih sudah biasa, tapi kini di Ubuntu yang dikenal sebagai distronya desktop dan laptop. Terima kasih bantuan dari XAMPP.

Yang jelas, nggak lucu jika nanti pada acara OSS IGOS kita pake distro-nya Microsoft. Eh... kok distro... Maksudnya sistem operasi dari Microsoft. Kalau bisa semua yg ditampilkan OSS juga, termasuk Ubuntu, XAMPP, OpenOffice, dan tentu saja Sisfo Kampus, my first and ever OSS.

Ubuntuku

Tiga bulan yang lalu saya memesan CD Ubuntu di www.ubuntu.com dan hari ini ketika pulang dari mengajar saya merasakan surprise karena CD yang saya pesan datang. Asyiknya hanya perlu menambah BEA LALU BEA sejumlah Rp 3rb saja. Dari sharing dgn teman-teman malah ada yg harus membayar biaya pengiriman sampai ratusan ribu (keluhan ini bisa dicari di www.benpinter.net).

Sebenarnya sih sudah copy dari teman karena tidak sabar mencoba distro nomer 1 di distrowatch. Tapi saya surprise karena selain gratis, mereka tdk tanggung-tanggung dalam soal jumlah. Sewaktu saya meminta 5 CD, mereka menawarkan 10 CD sekalian, dengan alasan ongkos kirim akan lebih mahal dari biaya produksi. Ya sudah, saya minta 10 sekalian untuk platform x86. Dan memang saya menerima 10. Tapi setiap sampul berisi 2, yaitu install CD dan live CD. Betapa murah hatinya mereka. Sudah gratis dikirim pula. Tidak ada pesan-pesan sponsor berlebihan, cuma tulisan dibelakang: Ubuntu is sponsored by Canonical Ltd.

Review tentang Linux-ku ada di: Linux-ku Tersayang. Sekalian mau koreksi kalau Mandrake yg pertama kucoba adalah versi 7.2.

Betapa hebatnya dunia open source. Bravo OSS. Oh, iya, saya juga telah melakukan hal yang sama dengan Sisfo Kampus, tetapi dalam jumlah yang terbatas, karena pembiayaan murni dari kocek pribadi. Jadi maklum ya?

Liburan di Semarang

Liburan di Semarang di tengah banyak deadline. Presentasi progress proyek KIA Senin 4 Juli. Banyak sekali kekurangan program di sana-sini, tetapi tertolong oleh ketidaksiapan h/w dari KIA sehingga program blm jadi diinstal minggu ini. Puji Tuhan, akhirnya bisa pulang ke Semarang malamnya naik travel. Pegel banget ketika dijemput travel jam 23 malem, padahal nunggunya sudah sejak jam 20. Tapi sekali lagi Puji Tuhan karena perjalanan lancar dan sampai Semarang tgl 5 jam 10 pagi.

Bertemu Sisi & Axel kembali setelah 2 bulan lebih tidak bertemu. Seperti biasa kami mengisi waktu dengan kota-kota. Tapi yg namanya liburannya orang wirausaha, masih saja diganggu telpon & imel dari banyak relasi. Sebenarnya tidak terganggu sih, soalnya pekerjaan sudah menjadi hobby, dan tidak lagi menjadi beban. Syukurlah semua bisa ditangani.

Jumat tgl 8 kembali ke Bekasi lagi naik KA Kamandanu. Sampai rumah jam 4 pagi. Sekarang sudah mulai bekerja kembali, nanti sore ngajar di Supra Kelapa Gading. Wuih... padatnya hidupku.

Salam buat Sisi & Axel di Semarang.

Wednesday, June 29, 2005

SPAM War Begin

Yesterday Indonesian's President sent SMS (short message service) to the public. He cooperated with all of major telecommunication providers. Below is about the news:

Periksa Ponsel Anda, Ada SMS dari SBY

Some receivers got confused with the message. They don't know what it is about, since they don't have any relation regarding to the message. My first conclusion is: it was not send to the right target and it was unsolicited message. We could consider it as a junk message.

The receiver don't know the actually sender of the message. In the body of message it's clearly stated the sender is the president, but they don't know the number of the sender. So we can not reply to the message nor to verify the sender's number. My second opinion is: we can not verify the message.

After these assumptions, my final conclusion is: The president did SPAM. What is SPAM? We can refer to the link below that clearly define the SPAM.

The Definition of Spam

After the president did SPAM, a local non-profit organization AWARI will counter the president with her own message. Below is the announcement about the plan of AWARI's counteraction:

Awari Sesumbar Banjiri SBY dengan SMS

If this will become a SPAM war, unfortunately, It was started by The President. How a nice trend!!!

Saturday, June 25, 2005

Linux-ku Tersayang

Setengah tahun 2005 ini saya sudah mencoba 2 distro linux dan 1 turunan FreeBSD, yaitu: Ubuntu Hoary Hedgehog, KANOTIX 2005-02, dan terakhir adalah PC-BSD 0.6. Teringat ketika pertama kali mencoba RedHat 6 atau pun Mandrake 8.0 tahun 2000 yang lalu. Sangat luar biasa kemajuannya.

Ubuntu yg saya coba adalah turunan dari Debian (sebuah distro tua yg lebih mementingkan kestabilan). Ubuntu memposisikan diri sebagai sisop untuk desktop. Kita bisa menyetarakannya dengan MS Windows XP Home. Tetapi dibandingkan dgn sisop MS ini, Ubuntu telah dilengkapi dengan berbagai aplikasi penunjang seperti OpenOffice, Gaim, Evolution, FireFox, dll. Singkat kata, dgn menggunakan Ubuntu, kita sudah cukup dibekali berbagai software untuk "bekerja biasa". Dan ini sudah lebih dari cukup dari pada harus membeli MS Windows XP Home plus MS Office-nya yg sangat mahal. Menurut saya, Ubuntu cocok bagi para mahasiswa, pengguna rumahan dan juga pengguna kantoran yg sederhana (tidak kompleks). Selain cukupan, penggunaannya mudah, ditambah kecepatannya yg tinggi karena kesederhanaan konfigurasinya. Tapi bagi power user tentu tidak akan pernah puas. Saya sendiri tdk begitu suka dengan GNome dan lebih memilih KDE.

Kemudian berikutnya adalah KANOTIX yang merupakan turunan dari KNOPPIX (sebuah perintis distro live CD). Tidak banyak perubahan dari KNOPPIX. Jadi dari pada mengulas KANOTIX lebih baik mengulas KNOPPIX yg fenomenal itu. Yg jelas Linux LiveCD ini berguna bagi pendidikan dan percobaan (karena tidak perlu instal Linux). Dan yang terpenting, distro ini bisa digunakan untuk recovery sistem Linux.

Baru malam ini saya mencoba PC-BSD yg saya dapat dari DVD Chip 6. Distro baru yg baru saya dengar dan coba tepat hari ini. Saya penasaran sekali karena sebelumnya saya membaca artikel tentang FreeBSD dan OpenBSD yg superior dibandingkan Linux. Sebagai informasi, FreeBSD dan OpenBSD adalah turunan langsung dari BSD Unix. Contoh turunan BSD yang komersial adalah Solaris dan McOS (sisop-nya Apple). Wow... tidak tahan untuk langsung burn ke CD dan instal. Seperti kata pengantarnya yg menyatakan bahwa PC-BSD adalah sisop desktop yg mudah semudah sisop MS, ternyata memang benar. Instalasinya mudah sekali. Setelah selesai, ternyata sisop-nya juga mudaaaaaah sekali. Saking mudahnya, tidak ada aplikasi office yg terinstal kecuali Kontact (jangan hitung KWrite sebagai Word Processor!!!) Kecewa? Jelas dong! Kalau sudah pernah coba distro berbasis KDE (misalnya Mandrake/Mandriva), tentu jadi malas, karena ternyata program administrasinya tidak lengkap.

Memang dalam websitenya di www.pcbsd.org, PC-BSD ingin seperti sisop MS yang mudah dan simple. Kalau perlu melakukan apa yg diperbuat MS, yaitu hanya men-deliver sisop-nya saja. Ah... justru bagi saya, saya akan senang jika PC-BSD menyertakan banyak paket aplikasi walau pun secara default tdk terinstal. Kesimpulan saya, PC-BSD adalah sisop yang mandul, karena saya tidak dapat berbuat banyak dengannya. Kalau pun saya bisa mendapatkan banyak aplikasi siap instal di website-nya, tapi itu menambah pekerjaan saja. Dan itu bukan solusi terbaik bagi saya dan juga bagi banyak orang.

Ah... saya jadi ingin kembali ke Mandrake/Mandriva. Sayang saya belum dapat CD Mandriva terbaru. Sejak versi 8.0 saya memang sudah jatuh cinta pada Mandrake/Mandriva. Sebagai catatan, versi Mandrake yg pernah saya coba adalah: 8.0, 8.2, 9.0 dan terakhir 10.

Friday, June 24, 2005

Peran Weblog

Sekarang weblog sdh sangat memasyarakat. Tidak hanya orang TI yg memiliki, tetapi ibu rumah tangga pun sudah jamak mengisi weblog dengan ide-ide segar dan pemikiran-pemikiran yang kritis.

Bagi saya, weblog adalah saluran untuk menuangkan ide yg sekilas berkelibat layaknya ilham bagi seorang artis atau pelukis. Tidak dipungkiri bahwa sering kali tulisan tersebut cenderung norak, tapi bagi saya itu wajar dan manusiawi. Tidak semua orang dapat selalu pada kondisi puncak baik fisik mau pun psikis.

Selain itu weblog juga berfungsi sebagai diary, tempat kita menuangkan semua kegiatan dalam hidup kita. Saya menganggapnya sebagai artifak dari hidup kita. Jika jaman purbakala manusia mengukir atau menggambarkan kegiatan atau kehidupan mereka pada batu atau dinding gua, sekarang kita melakukannya di media elektronis. Jadi kelak anak-cucu kita dapat melihat budaya kita saat ini.

Nah, berkaitan dengan weblog, sebenarnya orang lain (masyarakat) dapat lebih mengenal kita lewat weblog kita. Mereka dapat menilai seperti apa diri kita. Itulah mungkin yang menyebabkan seorang teman saya ogah membuat weblog, "Malu, tidak ada yg penting yg dapat dituliskan," katanya.

Singkat kata, weblog selain menjadi media tempat kita menuangkan segalanya, juga berfungsi sebagai media agar masyarakat mengenal kita. Hal ini sangat dipahami oleh dunia bisnis. Sekarang semakin marak perusahaan yg memiliki weblog, selain untuk memperkenalkan produknya, juga untuk menyebarluaskan fitur dan perkembangan produknya. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap produk yg kompetitif selalu terus berkembang dan masyarakat perlu mengetahuinya.

Jadi tidak hanya untuk manusia, weblog juga berperan penting bagi organisasi dan produk/jasanya. Saya berpikir seandainya setiap pejabat teras di Indonesia diharuskan memiliki weblog dan wajib mengisinya secara rutin, kita dapat menilai kualitas mereka dan juga mengawasi gerak-geriknya. Selain juga untuk catatan apa yg pernah dijanjikan oleh mereka kepada masyarakat. Meluangkan 5 menit sehari untuk menulis blog bukanlah hal yg sulit kan?

[Lebih] Menghemat Listrik

Menyambung diskusi Listrik Bagi Kehidupan Kita - Independent Power, rasanya sulit jika kita harus benar-benar independent dari PLN. Alhasil kita perlu melakukan kompromi agar kantong tidak bolong dan PLN tidak main pemadaman lagi.

Hemat. Matikan alat-alat listrik yg tidak dibutuhkan. Misalnya matikan lampu saat pagi/siang. Buka jendela agar cahaya matahari dapat masuk menyinari rumah kita. Sinar matahari lebih sehat kan? Sebaiknya membuat penampung air (tandon) untuk pompa air, sehingga pompa air tidak sedikit-sedikit nyala, tetapi saat penampungan air habis saja dia bekerja mengisi kembali. AC dan Lemari Es sebaiknya tidak diset ke yang paling dingin, tetapi yg dibutuhkan saja. Misalnya AC, cukup 28 derajat. Menurut buku (buku yg mana ya?), sebaiknya suhu AC tidak kurang dari 4 derajat dibanding suhu luar. Jadi jika suhu luar 32 derajat, maka AC cukup 28 derajat saja. Sedangkan ruangan ber-AC sebaiknya tertutup sehingga proses pendinginan ruangan berlangsung cepat dan mesin dapat segera idle. Demikian juga dengan lemari es, jangan sering-sering dan lama-lama membuka pintunya, soalnya butuh waktu kerja mesin lagi sampai ke suhu yang diinginkan. Oh, ya, gunakan neon dari pada lampu bohlam karena dengan watt yg lebih rendah, cahaya Neon lebih terang. Lagi pula warna putih cahayanya lebih nyaman.

Distribusikan Penggunaan Listrik. Aktivitas yg menggunakan alat listrik sebaiknya jangan digunakan secara serentak, tetapi digilir. Misalnya mencuci dgn mesin cuci pada waktu pagi, mensetrika agak sorean, nonton TV saat petang, pompa air, dll. Kalau digunakan secara serentak, bukan tidak mungkin melebihi daya dan meteran terputus (anjlok).

Gunakan Penghemat Daya. Ada alat yg namanya kalau tidak salah adalah invertor. Prinsip kerjanya adalah menyeimbangkan ke-3 fasa listrik. Teman yg pernah merekomendasikan berkata bahwa penghematan bisa sampai 40%. Ah masak sih? Jangan-jangan selama sebulan nggak nyalain listrik, ha.. ha.. ha.. ha...

Mengoptimalkan Baterai. Beberapa alat telah memiliki bateri terintegrasi (embedded) yang dapat diisi ulang. Sebaiknya optimalkan penggunaannya. Saat baterai sudah penuh, gunakan baterai dari pada tetap tertancap pada listrik. Misalnya notebook/laptop, jika sudah penuh sebaiknya cabut kabel listrik dan gunakan baterai. Lumayan, cukup menghemat listrik karena penggunaannya bisa 4 jam lebih (dengan centrino). Contoh lain adalah ponsel, jika sudah penuh sebaiknya segera cabut.

Lepaskan Kabel Listrik. Sering kali kita membiarkan kabel beberapa alat listrik tetap menancap di stop kontak, padahal dapat berpotensi memboroskan listrik. So, cabut kabel alat-alat listrik yg tdk digunakan, misalnya: listrik untuk speaker aktif & adaptor/charger, kipas angin, dll. Walau borosannya terbilang kecil, tapi jika dikalikan berapa alat selama beberapa jam/hari, maka angka borosannya jadi besar juga. Lagi pula dengan mencabutnya, maka kita lebih aman dari potensi korslet (hubungan pendek = short circuit) dan bahaya-bahaya listrik lainnya.

Gunakan Trik Khusus. Misalnya gunakan genteng transparan sehingga cahaya matahari (dan bulan) bisa masuk ke ruangan. Jadi kita tidak perlu menyalakan lampu saat siang (dan dapat menggunakan lampu dengan watt yg lebih kecil saat malam). Bisa juga menggunakan fiber optic untuk mendistribusikan cahaya ke ruang lain. Salah satu ujung fiber optic menerima sumber cahaya (misalnya dari cahaya matahari atau sebuah lampu) kemudian ujung yg lain diletakkan di ruang lain yg kurang mendapat cahaya. Alhasil ruang lain tersebut akan mendapat bagian cahaya. Ah... jadi ingat hiasan bunga yg juga menggunakan fiber optic.

Trik khusus yg lain adalah dengan menggunakan alat-alat yang menggantikan alat-alat listrik yg telah ada saat ini. Misalnya untuk menggantikan exhaust, AC atau kipas angin dengan exhaust tanpa listrik yang dipasang di atap(seperti yg dipakai di pabrik-pabrik itu lho!). Juga gunakan pemanas air matahari sebagai pengganti pemanas air listrik/gas. Hemat dan aman. Eh, lebih hemat lagi kalo mandinya tanpa air panas, he... he... he... uPs...

Kecenderungan peningkatan penggunaan listrik oleh masyarakat ini seharusnya menjadi berkah bagi PLN. Bukankah itu berarti sumber penghasilan bagi PLN? Tetapi mengapa PLN justru menganjurkan penghematan? [Ironis ya?] Apakah dana yg masuk ke kantong PLN tdk digunakan untuk penelitian untuk mencari alternatif pembangkit listrik yang efisien di PLN? Hayo... pendapatannya untuk apa? Atau manajemennya tdk profesional ya?

BPPT pernah membuat pembangkit dengan bahan bakar sampah organik dan sampai sekarang dapat mandiri. Tetapi sebenarnya masih banyak alternatif lain, misalnya yg paling bersih adalah fuel cell. Limbahnya hanya oksigen dan air. Atau pembangkit listrik tenaga angin dan matahari. Kalau PLTA sih memang sudah menjadi sumber utama PLN. Sedangkan yg paling efisien adalah Nuklir. Hallo, bagaimana BATAN? Sudah sampai mana? Terakhir beritanya (bertahun-tahun silam) reaktor Nuklir yg mau dibangun di Indonesia ditolak oleh masyarakat. Ayolah PLN, jadilah kreatif & proaktif.

Saturday, June 18, 2005

Manfaatkan PC Lama Anda!!!

Menarik mengikuti diskusi di Ask Engadget yang berjudul Ask Engadget: What to do with that old PC?. Banyak saran untuk memanfaatkan PC lama, dari sekedar menjadi media center, penampil gambar untuk hiasan dinding, sampai ke server file & web.

Tapi diskusi beralih sejak Petro (no. 8) menggugah kita dengan mengusulkan agar PC lama tersebut diberikan pada orang yg membutuhkan yg mungkin sangat berusaha untuk mendapatkannya. Sejak posting tersebut, topik pemanfaatan PC menjadi berubah, dari sekedar memberdayakan PC lama menjadi hibah PC lama.

Tibalah saatnya saya membaca di posting paling akhir (saat ini, ketika saya membacanya), yaitu posting no. 50. Posting ini datang dari Ayyish Riswanto seorang pelajar dan sukarelawan dari Indonesia. Dia [tampaknya] sangat membutuhkan PC.

Intinya adalah: banyak barang yg bagi kita sudah usang dan kita tdk membutuhkannya lagi. Tapi ternyata masih banyak orang yg sangat membutuhkan barang tersebut. Saya yakin bahwa orang tersebut akan senang sekali menerimanya dan barang tersebut akan memberikan arti & manfaat tersendiri baginya. Mengapa menunggu? Hibahkan saja!

Open Source Solaris dari Sun

Sun meng-open-source-kan sisop server Solaris menjadi OpenSolaris. Langkah yg bagi dunia dinilai sebagai berkah sekaligus bencana. Seperti kita tahu, Solaris adalah sisop komersial berbasis Unix. Sedangkan di lain pihak GNU/Linux adalah hasil clone dari Unix yg dapat jalan di PC. Tujuan semula dari lahirnya Linux adalah menyediakan solusi alternatif karena mahalnya lisensi sisop berbasis Unix dan hardware pendukungnya. Sehingga jika Solaris menjadi open source, apakah Linux akan mati? Akankah OpenSolaris menjadi Pembunuh Linux?

Tetapi kita harus lihat manfaatnya, yaitu segala kecanggihan Solaris akan terbuka. Jangan lupa bahwa sisop berbasis Unix ini telah terbukti hebat untuk server. Tidak hanya handal, tetapi juga aman. Sayangnya bahwa OpenSolaris belum 100% memiliki feature yg ada di Solaris (seperti teknologi Janus yg belum tercakup), atau ada source code-nya yg belum dibuka.

Melihat trend software dunia, sepertinya akan ada migrasi dari proprietary software ke open source. Sayang Sun terlambat dibanding Microsoft yg lebih dulu membuat sejumlah aplikasinya menjadi open source, misalnya aplikasi installer Microsoft yg dimuat di SourceForge.net. Tetapi langkah Sun belum terlambat. Lagi pula langkah Sun ini jauh lebih spektakuler (dari segi skala) dibandingkan MS.

Yg sangat disayangkan adalah bahwa Sun tdk mengopensourcekan Java walau pun Java & JVM (Java Virtual Machine) adalah freeware. Padahal dari dulu banyak developer memohon agar Sun membuat Java menjadi open source.

Tetapi semua berharap bahwa OpenSolaris adalah langkah awal dari keterbukaan. Tidak hanya berharap agar Java & produk Sun lain akan menjadi open source, tetapi berharap agar lebih banyak lagi vendor mengopensourcekan software-nya.

Jangan lupa proyek open sourceku di www.sisfokampus.net.

Sunday, June 12, 2005

Kegagalan Kita

Seringkali dalam pekerjaan kita menyerah dan mengatakan: "Maaf, saya tidak bisa melakukannya", atau "Saya tidak mampu", dan kalimat-kalimat sejenis yang intinya adalah ungkapan ketidakmampuan kita. Jika kita telah sampai pada kalimat seperti ini, maka boleh dikatakan bahwa kita telah gagal.

Seringkali pula kita telah menyerah terlebih dahulu bahkan sebelum kita memulainya. Kalimat seperti: "Maaf, kayaknya saya tidak sanggup mengerjakannya", atau "Jangan pilih saya, karena saya tidak bisa." Ini artinya kita telah gagal sebelum memulainya atau juga gagal sebelum bertanding.

Jadi ada dua jenis kegagalan: 1) Gagal setelah berusaha dan 2) Gagal sebelum berusaha. Saya ada beberapa pertanyaan untuk Anda:

  • Seringkah Anda gagal? Jika ya, termasuk jenis kegagalan yg mana?

  • Bagaimanakah sikap hati Anda ketika mengalami kegagalan? Stres? Sedih? Atau cuek?

  • Apakah kegagalan ini membuat Anda jera? Apakah kegagalan ini menyebabkan usaha Anda berhenti dan tidak ingin mencobanya lagi?

  • Apakah Anda belajar dari kegagalan Anda? Apakah Anda dapat menganalisa penyebab kegagalan Anda? Jika ya, apakah Anda mau mengulangi usaha Anda?



"Kegagalan adalah keberhasilan yg tertunda". Saya setuju sekali dengan falsafah ini. Justru dengan seringnya kegagalan yg kita alami, itu membuat kita semakin paham & berpengalaman. Saya berpendapat ada beberapa faktor penting yg dapat kita gunakan untuk mengatasi kegagalan dan tentu saja meraih keberhasilan, yaitu:

  • Belajar & Berlatih. Anggaplah bahwa kegagalan itu tempat kita berlatih dan belajar. Seperti ketika belajar bersepeda, jangan pernah takut jatuh, tapi tetaplah bersepeda. Jatuh memang sakit, tapi yakinlah, bisa bersepeda lebih nikmat. Setelah tahu bagaimana cara bersepeda dengan benar, teruslah berlatih untuk dapat bersepeda dengan baik. Ini diperlukan proses yg disebut sebagai: belajar & berlatih.

  • Ketekunan. Untuk tetap belajar & berlatih supaya dapat bersepeda dengan baik & benar, kita membutuhkan ketekunan. Teruslah belajar & berlatih sampai bisa. Dan jika sudah bisa, teruslah belajar & berlatih supaya menjadi mahir, terampil dan matang. Jika sudah mahir, Anda dapat mengembangkan kemampuan & keterampilan Anda lebih lanjut. Dan Anda dapat membuat suatu inovasi baru atau berprestasi darinya, misalnya: balap sepeda, atraksi/akrobat sepeda, dll. [Jadi ingat dulu saya bisa bersepeda tanpa memegang setangnya, bahkan ketika membelok]

  • Berdoa. Jangan lupa tetap berdoa, karena hanya TUHAN-lah yang memberikan kita kesempatan untuk berusaha. Ini yang terpenting, tetapi sering kali dilewatkan. Mintalah dikuatkan pikiran & hati sehingga tetap dapat bersemangat dalam berusaha, walau pun hanya untuk belajar bersepeda.



Demikian pula dengan berbisnis. Kita perlu belajar & berlatih. Kegagalan itu biasa. Sebuah buku menyebutkan bahwa setiap tahun 95% dari perusahaan start-up di Amerika gagal. Tragis? Tidak! Karena 5% yang berhasil sebenarnya pernah mengalami kegagalan (pernah menjadi bagian dari 95% yg gagal), bahkan beberapa kali gagal.

Jadi jangan jera, karena untuk berhasil diperlukan suatu proses, yaitu: kegagalan.