Kemarin saya terkejut saat mendengar 2 acara seminar minggu ini diundur. Konfirmasi pengunduran pun di hari yang sama, yaitu kemarin sore. Kebetulan saya menjadi pembicara di kedua acara tersebut.
Saya tidak tahu apakah ini dipengaruhi rasa sedih saya yang sampai saat ini masih terasa? Apakah Tuhan tahu jika saya harus memaksakan diri untuk memberikan seminar maka hasilnya bisa tidak maksimal?
Mungkin saya naif jika harus mengaitkan pengunduran 2 acara ini dengan perasaan saya. Tetapi saya tahu bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi saya. Dan saya juga menyadari bahwa jika saya tetap memberikan seminar, mungkin akan lain hasilnya jika saya membawakannya dalam keadaan yang normal.
Syukurlah 2 training lain di minggu ini tetap berlangsung. Dan uniknya adalah karena ke-2 training tersebut bukan saya yang membawakan. Rasanya Tuhan memang benar-benar memahami perasaan saya.
Terima kasih Tuhan.
An ordinary person's writings, photos, videos, to snapshot his extraordinary life
Showing posts with label Personal. Show all posts
Showing posts with label Personal. Show all posts
Tuesday, May 06, 2008
Wednesday, April 30, 2008
Saya Sedih Sekali
Di tengah kegembiraan, saya merasakan kesedihan. Sangat sedih. Rasanya hanya kata sedih, sedih dan sedih, yang bisa kutuliskan di sini.
Tetapi di sisi lain saya tidak boleh sedih. Saya harus menunjukkan bahwa saya memiliki jiwa yang besar dan kesabaran. Saya harus memberikan bukti bahwa saya punya mental yang kuat & kokoh.
Sayangnya saya saat ini tidak bisa menunjukkannya. Saya tidak bisa memberikannya. Saya telah mencoba bergumul dengan diri saya sendiri. Saya mencoba menguatkan diri saya. Dan yang tertinggal adalah sedih, sedih dan sedih.
Dalam kesedihan ini saya tidak menangis. Tapi hati saya terluka.
(Kesedihan di antara euforia, 30 April 2008)
Tetapi di sisi lain saya tidak boleh sedih. Saya harus menunjukkan bahwa saya memiliki jiwa yang besar dan kesabaran. Saya harus memberikan bukti bahwa saya punya mental yang kuat & kokoh.
Sayangnya saya saat ini tidak bisa menunjukkannya. Saya tidak bisa memberikannya. Saya telah mencoba bergumul dengan diri saya sendiri. Saya mencoba menguatkan diri saya. Dan yang tertinggal adalah sedih, sedih dan sedih.
Dalam kesedihan ini saya tidak menangis. Tapi hati saya terluka.
(Kesedihan di antara euforia, 30 April 2008)
Subscribe to:
Posts (Atom)