Sunday, April 03, 2005

Permata Hati

Untuk Permata Hatiku, Axel, kami sudah mencari-cari tempat terapi sekaligus SD untukmu. Akhirnya kami memutuskan engkau lebih tepat ke Permata Hati di Pancoran. Di Permata Hati kamu bisa sekolah di SD Khusus sekaligus terapi. Tempatnya cukup jauh dari tempat kediaman kita di Bekasi, Nak. Dan kami memutuskan akan menjual rumah kita di Bekasi dan membeli rumah yang lebih dekat ke Pancoran.

Tapi apa daya banyak rintangan menghalang. Proposal beli tanah dan bangun rumah ditolak eyang, padahal lokasinya strategis sekali, tepatnya di Jatiwaringin dekat dengan pintu Tol Pondok Gedhe. Saat ini Papa agak down juga. Walau pun demikian, kami akan mencoba mencari cara dan jalan terbaik untukmu. Semoga Tuhan membantu kita memecahkan masalah ini, karena terus terang papa agak gamang karena ini menyangkut masa depan kita. Salah sedikit kita bisa menyesal berkepanjangan. Terutama karena kita modalnya cuma nekat.

Anakku Axel, seandainya engkau sudah bisa berdoa, papa ingin kamu turut mendoakan keluarga kita. Semoga kita bisa berhasil dalam hidup ini dan dalam kehidupan kita kelak. Cium sayang buatmu dari papa yang berada jauh darimu, tetapi kamu selalu dekat di hati papa.

No comments: